Bisu tak berarti diam

Bisu tak berarti diam

Kamis, 12 Juni 2014

Aku gak papa

rasa ini kian tergoreskan bersama redupnya purnama. lalu aku terjerembab dalam kubangan luka yang menganga perih.  Darah kesakitan menerpa hingga ulu. baiklah, jika malam belum bersahabat.


Selasa, 27 Mei 2014

*K




Yang kutahu, ini rindu

Merinduimu, di tengah keringnya jiwa kerontang tak bertepi. Sesekali angin mendesir merasakan betapa nestapa kemarau yang tak kunjung berkesudah. Tak mampu meski hanya untuk mereguk satu tetes oase darimu. 

*Lupus

Rabu, 21 Mei 2014

Mentari belum Ada.

luka yang tak kunjung berkesudah?
lalu kau mau apa, takbisakah kau gunakan cermin untuk sekedarberkaca atas dirimu saat ini.
setidaknya kau akan tahu betapa malang wajahmu, tubuhmu yang telah kau aniaya selama beberapa putaran waktu.
tak inginkah aku berdiri sejenak untuk sekedar itu.
beranjak dan bergegas berjalan, perlahan tak apa.
ada banyak hal yang harus kau raih di depan sana.
sadarlah,

Sabtu, 26 April 2014

itu saja,

ini tak sekedar aku dan kamu tapi ini adalah tentang cerita waktu yang telah setia menjadi saksi bisu namun sebenarnya bicara kepada semesta tentang cinta.

Rabu, 23 April 2014

That's LOVE

Tersenyum pagi ini saat kudapati embun membawa wajahmu yang membawa kedipan cahaya berpelangi. aku dan kamu dalam ruang yang berbeda, kita bertemu dalam suara dan memandang langit yang sama. indah. Ada perasaan yang semakin mewangi dari sini.
aku, kamu dan jarak. That's LOVE !

salam jantung :)

Selasa, 22 April 2014

Pernah Semu

Terkagumi atas rautmu yang membawa kedamaian di setiap garis yang tebarkan. Dalam taman yang semerbak ini, semoga hujan tetap setia membasahi jiwa yang memamng sebenarnya sudah basah.

-lanjut-