Pagi ini, masih uput-uput, aku melihat bulan yang berdampingan hanya dengan satu bintang, romantis sekali. Jarang sekali kudapati pemandangan seperti ini di langit yang masih sendu berselimutkan awan basah, sungguh indah kawan. Kedua cahaya ini, bulan dan bintang, tak memiliki banyak waktu di saben harinya untuk saling bertatap dan berdampingan. Tapi pagi ini, kudapai keduanya berdampingan dalam jarak yang sungguh dekat, jika dilihat dari tanah bumi, dan keduanya memang hanya (benar-benar) berdua.
Bisu tak berarti diam
Kamis, 08 Januari 2015
Rabu, 07 Januari 2015
Lalu kau mau apa, jika kebaikanmu tak terbalas?
Lalu kau mau apa, jika kebaikan tak terbalas?
Seketika teringat kata-kata abah, beliau mengatakan bahwasanya tak semua kebaikan dapat diterima dengan baik. Waktu itu, hanya kuperdengarkan dengan lalu saja. Dan ternyata kali ini, aku mengalaminya sendiri. Tersebab apa? mengapa demikian adanya? (barangkali) yang menurutku baik, belum tentu baik juga menurut orang lain. Iyah, orang lain, baik kau, dia, atau pun mereka.
Jika sudah demikian, bagaimana sebaiknya? ikhlaskan saja. Apapun respon dari orang lain terhadap niat baik kita, cukup hadapi dengan senyuman, senyumin aja! Yang terpenting bukanlah respon atau bahkan balasan dari orang lain terhadap kita, tetapi usaha kita untuk selalu berbuat baik dan membaiki orang lain. Jika kita memang tulus, pasti ada balasana langsung dari Yang Maha baik.
So, tak perlu berkecil hati dengan kebaikan yang tak terbalas. karena ini lebih mending dari pada kebaikan yang terbalas dengan kepahitan.Ini lebih menyedihkan, sungguh. Yakinlah, bahwa kebaikan akan selalu ada balasan dariNya. Asalkan semuanya berasal dari yang namanya ketulusan, dari hati. Iya?
Seketika teringat kata-kata abah, beliau mengatakan bahwasanya tak semua kebaikan dapat diterima dengan baik. Waktu itu, hanya kuperdengarkan dengan lalu saja. Dan ternyata kali ini, aku mengalaminya sendiri. Tersebab apa? mengapa demikian adanya? (barangkali) yang menurutku baik, belum tentu baik juga menurut orang lain. Iyah, orang lain, baik kau, dia, atau pun mereka.
Jika sudah demikian, bagaimana sebaiknya? ikhlaskan saja. Apapun respon dari orang lain terhadap niat baik kita, cukup hadapi dengan senyuman, senyumin aja! Yang terpenting bukanlah respon atau bahkan balasan dari orang lain terhadap kita, tetapi usaha kita untuk selalu berbuat baik dan membaiki orang lain. Jika kita memang tulus, pasti ada balasana langsung dari Yang Maha baik.
So, tak perlu berkecil hati dengan kebaikan yang tak terbalas. karena ini lebih mending dari pada kebaikan yang terbalas dengan kepahitan.Ini lebih menyedihkan, sungguh. Yakinlah, bahwa kebaikan akan selalu ada balasan dariNya. Asalkan semuanya berasal dari yang namanya ketulusan, dari hati. Iya?
Selasa, 06 Januari 2015
Kenyataan yang Jujur
Coba lihatlah ke wajahmu, kawan! lebih baikkah dariku, atau bahkan lebih buruk dariku. Lantas, jika aku salah, apakah itu berarti anda benar?
Baiklah, jika kau tak mau mengambil cermin untuk melihat dirimu sendiri, itu tak masalah. tapi jangan harap, aku pun akan mengambilkannya untukmu. Tanpa harus bersusah payah aku menyadarkanmu, wahai kawan, akan ada waktu dimana kau tersadar dengan sendirinya oleh alam dan musim yang seiring berganti.
Kali ini aku atau kau yang salah atau siapakah yang sebenarnya yang melakukan kesalahan? itu tak penting sekarang. Ayolah, turunkan ego dalam diri masing-masing. Ini bukan siapa yang salah atau siapa yang benar, dan bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah. Ini adalah tentang jalan yang semestinya dilalui menuju titik. Titik yang bukan akhir, namun sebuah pijakan untuk jalan yang selanjutnya. Tak mau jika kita tetap terbelenggu dalam kubangan persoalan yang sama sekali tak dicari jalan keluarnya.
Ayolah, jalan kita masih panjang. Tak perlu mempersoalkan masalah yang sebenarnya kecil. Dan lagi, tak perlu menyalahkan siapapaun. Tengoklah, Siapa yang ingin disalahkan?
Menghela nafas panjang, lalu pikirkanlah dengan hatimu.
Menghela nafas panjang, lalu pikirkanlah dengan hatimu.
Rabu, 31 Desember 2014
Ia baik, dan setidaknya ia pernah membaiki kita.
Kawan,
jujur itu memang menyakitkan. tapi apakah kau tahu? bahwa menerima
kenyataan yang jujur itu justru dua kali lebih menyakitkan dari pada ia
yang mengatakan jujur itu. Ini berlaku jika ini adalah tentang kepahitan
dan kegetiran yang menimpali. Sangat melelahkan.
Bukan rasa malu, penyesalan atau bahkan rasa takut untuk kembali melangkah menuju tangga hidup berikutnya. Namun kesungguhan setelah ini, memperjuangkan dan mempertahankan. Karena ini bukan hanya tentang cerita kemarin sore atau pagi yang lalu, tetapi ini adalah cerita yang telah dibangun dengan kesungguhan di waktu-waktu yang lalu hingga kini.
Tak apa jika cerita ini masih banyak luka dan perih yang menyayat. Tak apa jika cerita ini belum sempurna. Karena pada dasarnya memang kita tak bisa untuk selalu membuat cerita yang bahagia. Aku tak memungkiri itu, karena kau harus tahu bahwa hidup itu banyak warna, kawan. nikmatilah setiap warna yang tengah kau dapati dalam tangga hidupmu. Jika kau tergelincir dan terjatuh dari sana, itu sudah biasa. Bangkitlah! Itu akan menjadi cerita yang berharga jika kau mampu mengambil tetesan-tetesan pelajaran untuk memupuk kembali semangatmu.
Dari awal hidupku, aku bertekad tak akan pernah menyerah pada keadaan. Jalani saja. Apapun masalah yang menimpali, pasti ada solusinya. Lihatlah apa yang tengah kau hadapi dari berbagi sudut kebaikan, maka kau kan lebih terbuka untu menjadi lebih bijak. Jika kau marah, itu sudah semestinya. namun, jangan kau luapkan kemarahanmu dengan tindakan keburukan karena itu hanya akan membuat dirimu menjadi tak berharga. memaafkan memang tak mudah, tapi itu juga tak sulit, kawan. jika kau coba melatih untuk menata hati kamu sebenar-benar tulus.
Apakah kau tahu? dan sepertinya memang kau harus mengetahuinya dan menerapkan dalam dirimu, bahwa ada dua hal yang harus selalu kau ingat dan dua hal yang harus segera kau lupakan.
Kebaikan orang lain terhadapmu dan kesalahanmu terhada orang lain, itu yang harus selalu kau ingat. Untuk apa? agar kau tak mudah membenci orang lain dan selalu membuatmu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.dan yang harus segera kau lupakan adalah kebaikanmu terhadap orang lain dan kesalahan orang lain terhadap diri kita. Untuk apa? agar kau tak menjadi orang yang sombong dan merasa paling baik juga agar kau menjadi orang yang mudah untuk memaafkan. Memaafkan itu indah tanpa perlu dibumbui rasa benci. Karena diantara kesalahan-kesalahan yang dilakukan, ada celah kebaikan yang pernah dilakukan, dan setidaknya dia pernah membaiki kita. Dan kau tahu? bahwa dalam kebaikan terdapat ketulusan yang sesungguhnya.
So, Mari perjuangkan cita dan cinta untuk masa depan yang bahagia dengan tanpa kebencian :)
Senin, 29 Desember 2014
Siap Tempur !
Biarkan kunikmati semua rasa yang tegugu hari ini. Akan kurampungkan sampai berhentinya waktu untuk tahun yang hebat ini.
Siap bertempur untuk mimpi selanjutnya. Akan kuarungi laut yang baru, dengan ombak dan gelombak yang baru, akankah lebih besar atau lebih kecil, bahkan lebih lembut. Apapun itu, aku tak akan lelah untuk mendayung perahu kecil yang kubangun sendiri mencapai pulau indah penuh pesona yang menawan. Bahkan, tak hanya aku yang ingin mencapainya. Mari berlomba-lomba meraih mimpi yang gemilang.
Be wise
Apa
yang dipelajari hari ini?
Banyak
hal yang bisa dijadikan pelajaran saben harinya, bahkan jika kita lebih bijak
dalam menyikapi persoalan yang dihadapi, pelajaran tersebut akan semakin
berharga.
Lalu
apa pelajaranmu hari ini?
Bahwasanya,
ketika kita tak berani untuk memutuskan sesuatu, maka akan semakin banyak
pilihan yang memusingkan. Mau coba? Silahkan saja, tapi resiko ditanggung
sendiri. Ini berlaku untuk apapun, tapi ini bukan berarti kita mengambil
langkah yang tergesa-gesa, ini adalah tentang keberanian untuk memutuskan pada
sebuah pilihan dari berbagai pilihan yang ada.
Pelajaran
yang kedua adalah tentang FOKUS. Tatkala kita sudah menjatuhkan pilihan dengan
berbagai pertimbangan yang positif, maka kita harus mulai berlatih untuk focus
pada pilihan tersebut! Untuk apa? Ketika kita sudah berani untuk menjatuhkan
pilihan, itu berarti kita sudah berani untuk
berkomitmen terhadap pilihan yang demkian, maka dengan komitmen yang kuat dari
hasil focus yang tidak main-main akan
menjadikan diri lebih berarti dan punya daya juang yang berharga. Dan ini, akan
membawa kita menjadi pribadi yang
lebih baik.
Sepakat?
29 Desember 2014
Dan hari ini adalah hari dimana aku harus
mengambil sebuah keputusan dalam hidupku. Inilah salah satu tangga yang tidak
mudah untuk bisa kulalui. Dunia kerja adalah dunia baru dalam hidupku. Dan dari
sanalah kudapatkan banyak pengalaman berharga, dimana di dalamnya terdapat
banyak pelajaran yang dapat dipetik.
Jorna smart adalah tempat kerja
pertamaku. Sebuah lembaga pendidikan yang bergerak untuk fokus dalam bimbingan
belajar atau biasa dikenal dengan bimbel. Lokasinya bertempat di Purbalingga.
Jarak yang ditempuh cukup jauh dari tempat domisiliku saat ini, Purwokerto.
Jarak yang jauh ini, awalnya tak berarti untukku, terkalahkan oleh semangat
yang membuncah dalam diri. Pertama kali bekerja, barangkali itu adalah alasan
utamanya.
Hari demi hari kulewati dengan penuh
semangat, tanpa mengeluh sedikitpun, meskipun banyak yang menahanku untuk
melanjutkannya, itu terlalu jauh, ujar mereka. Kupersiapkan materi-materi yang
akan kuajarkan pada peserta didikku. Meski lelah, tapi itu tetap menyenangkan
tatkala kuingat wajah-wajah mereka yang sangat berantusias untuk belajar.
Setelah beberapa minggu dan hampir
melewati dua bulan, rasa lelah dan jemu menghinggapiku. Terlebih dengan
berbagai persoalan hidup yang tak kunjung mereda. Persoalan yang aku sendiripun
tak mampu untuk merampungkannya. Dan teguran pun tak dapat dielakkan dari
pimpinan Jorna Smart. Langkahku terhenti. Aku jatuh sakit, badanku ambruk.
Cukup lama kuistirahatkan tubuhku dan juga pikiranku. Bagaimana selanjutnya?
Kucoba pikirkan langkah berikutnya. Apakah
akan kulanjutkan aktivitas mengajarku di Jorna Smart? Perlahan suara
menasehati, yah, suara ayah. Jika memang itu terlalu melelahkan, alangkah
baiknya jika kamu beraktivitas yang tak jauh dari tempatmu sekarang. Ternyata
hanya sejauh itu pemahaman ayah tentang kondisi yang menimpa aku sekarang.
Dan ini adalah hari dimana aku kembali
melangkahkan kakiku ke Purbalingga, Jorna Smart Tempat aku bekerja dan berbagi
ilmu dengan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Setelah hampir dua
minggu aku beristirahat, mungkin ini terlalu lama, siap-siap aja mendapat
teguran dan kritikan. Dan lagi, ini adalah hari dimana akan kuputuskan untuk
mengundurkan diri saya dari bimbel ini. Kamu yakin? insyaAllah. Bismillah yah?
Langganan:
Postingan (Atom)
