luka yang tak kunjung berkesudah?
lalu kau mau apa, takbisakah kau gunakan cermin untuk sekedarberkaca atas dirimu saat ini.
setidaknya kau akan tahu betapa malang wajahmu, tubuhmu yang telah kau aniaya selama beberapa putaran waktu.
tak inginkah aku berdiri sejenak untuk sekedar itu.
beranjak dan bergegas berjalan, perlahan tak apa.
ada banyak hal yang harus kau raih di depan sana.
sadarlah,
Bisu tak berarti diam
Rabu, 21 Mei 2014
Sabtu, 26 April 2014
itu saja,
ini tak sekedar aku dan kamu tapi ini adalah tentang cerita waktu yang telah setia menjadi saksi bisu namun sebenarnya bicara kepada semesta tentang cinta.
Rabu, 23 April 2014
That's LOVE
Tersenyum pagi ini saat kudapati embun membawa wajahmu yang membawa kedipan cahaya berpelangi. aku dan kamu dalam ruang yang berbeda, kita bertemu dalam suara dan memandang langit yang sama. indah. Ada perasaan yang semakin mewangi dari sini.
aku, kamu dan jarak. That's LOVE !
salam jantung :)
aku, kamu dan jarak. That's LOVE !
salam jantung :)
Selasa, 22 April 2014
Pernah Semu
Terkagumi atas rautmu yang membawa kedamaian di setiap garis yang tebarkan. Dalam taman yang semerbak ini, semoga hujan tetap setia membasahi jiwa yang memamng sebenarnya sudah basah.
-lanjut-
Minggu, 06 April 2014
Salam Jantung,
kamu sudah sembuh?
selamat yah,
aku bagaimana?
tetaplah mengalir seperti air, dan berhembus laksana angin
akan ada waktu dimana kamu bermuara nantinya.
:)
selamat yah,
aku bagaimana?
tetaplah mengalir seperti air, dan berhembus laksana angin
akan ada waktu dimana kamu bermuara nantinya.
:)
Minggu, 30 Maret 2014
seperti ini pertanyaanku?
harapan itu masih ada.
yah, barangkali karena harapan itulah aku bertahan.
bertahan untuk apa?
lalu untuk siapa?
yah, barangkali karena harapan itulah aku bertahan.
bertahan untuk apa?
lalu untuk siapa?
Rabu, 19 Maret 2014
Lupus
(barangkali) kini telah kutemukan jawabannya. Apakah itu? kedamaian. benarkah? yah. kutemukan kedamaian di matamu.
bukan aku yang terlambat menyadari, namun aku yang di waktu lalu masih meraba-raba. Maaf.
salam jantung,
:)
bukan aku yang terlambat menyadari, namun aku yang di waktu lalu masih meraba-raba. Maaf.
salam jantung,
:)
Langganan:
Postingan (Atom)