lalu mengapa?
kau masih saja diam di bangku yang lapuk itu, bahkan mungkin sebentar
lagi roboh. cobalah kau belajar dari langit yang masih setia
memayungimu. ada banyak hal yang kamu petik dari sana. tengoklah,
sebentar saja.
salam jantung,
semoga lekas pelangi.
Bisu tak berarti diam
Sabtu, 15 Maret 2014
Senin, 10 Maret 2014
Bersabarlah,
saat ini, aku lebih memilih untuk melepaskannya. tersebab apa? agar hati lebih ringan.
aku tahu, setiap waktu aku harus menikam perasaanku hingga aku benar-benar lupa jika aku pernah benar-benar menginginkannya.
tak apa.
karena kau harus tahu, waktu akan tetap setia untuk mengobati kesedihan.
bersabarlah. setelah kesedihan, akan datang pembahagiaan.
salam hati, :)
aku tahu, setiap waktu aku harus menikam perasaanku hingga aku benar-benar lupa jika aku pernah benar-benar menginginkannya.
tak apa.
karena kau harus tahu, waktu akan tetap setia untuk mengobati kesedihan.
bersabarlah. setelah kesedihan, akan datang pembahagiaan.
salam hati, :)
Selasa, 18 Februari 2014
ABC
aku tau, engkau tau aku masih ada
dan
engkau tau, aku tau engkau masih ada.
bicara dalam diam. seperti ini lebih indah.
simple, kan?
#ABC
dan
engkau tau, aku tau engkau masih ada.
bicara dalam diam. seperti ini lebih indah.
simple, kan?
#ABC
Rabu, 29 Januari 2014
Simulakrum
berdiri di ambang, mungkin ragu.
membiarkan diri tercabik.
aku tengah kesakitan. luka berkarat, hampir sekarat.
(barangkali) diri perlu diuji agar sejati, habis-habisan.
membiarkan diri tercabik.
aku tengah kesakitan. luka berkarat, hampir sekarat.
(barangkali) diri perlu diuji agar sejati, habis-habisan.
Senin, 13 Januari 2014
- Usap Air mata -
Ya lathif,
Engkau lebih apapun dan selembut appaun itu lebih dari yang sekedar aku dan kamu ketahui.
pahamilah ..
maafkan aku Ya rabb, benar aku sudah merelakan dan mengikhlaskan ini. namun maafkan aku yang masih saja gerimis dalam hati dan jiwa yang benar kemarau ini tersebab luka yang teramat perih dan getir sekali.
-usap air mata-
Ya Muqollibal quluub, tsabbit qalbi 'ala diinik,
Aku tak meragukan kuasaMu, Wahai Yang Lathif.
ini hanya soal waktu.
Engkau lebih apapun dan selembut appaun itu lebih dari yang sekedar aku dan kamu ketahui.
pahamilah ..
maafkan aku Ya rabb, benar aku sudah merelakan dan mengikhlaskan ini. namun maafkan aku yang masih saja gerimis dalam hati dan jiwa yang benar kemarau ini tersebab luka yang teramat perih dan getir sekali.
-usap air mata-
Ya Muqollibal quluub, tsabbit qalbi 'ala diinik,
Aku tak meragukan kuasaMu, Wahai Yang Lathif.
ini hanya soal waktu.
Selasa, 07 Januari 2014
Diam
Diamku, bukan berarti aku bisu kawan.
Lihatlah mawar yang sedari tadi hanya mengalun perlahan
terhempaskan oleh angin, menunggui kumbang yang tak kunjung berada. Tak dapat
memetik waktu. Sabar menanti meski rintik yang beribu membasahi wajahnya,
menggigil. Mungkin ia tak datang atau bahkan tak kembali selamanya.
Menahan rindu yang membuncah. Akan dikemanakan rasa yang
kian menjulang ini? sedang yang dirindui tak kunjung merasakannya.
- Usap air
mata -
Langganan:
Postingan (Atom)